Rabu, 07 April 2021

Business Model Canvas

 Business Model Canvas (BMC)

    Kerangka kerja yang bertujuan mempermudah presentasi business model yang disajikan dalam bentuk visual berupa kanvas lukisan, agar dapat dipahami atau dimengerti dengan mudah. Tujuan dari Business Model Canvas ini yaitu untuk menjelaskan, memvisualisasikan, mengubah model bisnis agar start-up bisa optimal serta menganalisis kelebihan dan kekurangan bisnis.


Customer Segments

    Merupakan elemen pertama yang harus dimiliki dalam memulai bisnis model kanvas dimana menentukan segmen pelanggan yang akan menjadi target 

Value Proposition

    Adalah solusi yang ingin diberikan kepada customer dan harus memenuhi kebutuhan konsumen. Value Proposition juga membuat start-up menjadi lebih menarik serta bisa berubah dengan adanya suatu feedback dari customer.

Channels

    Saluran mendeskripsikan produk hingga ke pelanggan. Contohnya media sosial.

Revenue Stream

    Komponen yang didalamnya dimana perusahaan mendapatkan pendapatan dari customer. menurut target Revenue Stream terbagi menjadi 3 yaitu, transaction model, subscription model dan monetizing model.

Key Resource 

    Komponen dalam bisnis model kanvas yang berisi daftar sumber daya yang direncanakan dan dimiliki perusahaan untuk mewujudkan value proposition.

Customer Relationship 

    Elemen dalam bisnis model kanvas tentang hubungan ataupun ikatan perusahaan dengan customer. perlu pengawasan ketat agar customer tidak mudah berpaling ke bisnis yang lain karena penjalinan hubungan yang kurang baik.

Key Activities 

    Aktivitas atau kegiatan yang berhubungan dengan produktivitas bisnis yang terkait dengan sebuah produk.

Key Partnership 

    Elemen untuk pengorganisasian aliran suatu barang atau layanan. bermanfaat untuk efisiensi dan efektivitas dari key activities yang dibuat.

Cost Structure

    Pengelolaan biaya secara efisien untuk menjadi lebih hemat dan meminimalkan risiko kerugian. dalam elemen ini membutuhkan laporan keuangan serta pembuktian tepat.

 

Dari penjelasan mengenai Business Model Canvas (BMC) diatas, kita sudah mengetahui serta tahu bagaimana cara membuat Business Model Canvas tersebut, cukup mudah bukan?
Saya disini merupakan mahasiswa aktif dari 
 https://stiami.ac.id dan saya mendapatkan tugas dari dosen mata kuliah  http://marsudi.id untuk membuat suatu artikel mengenai Business Model Canvas dengan ide bisnis sendiri, berikut adalah Business Model Canvas Toko Kopi yang saya rancang.




Terimakasih atas perhatiannya, mohon maaf jika ada salah kata 

Sampai Jumpa lagi:)




Rabu, 24 Maret 2021

bisakah saya menjadi seorang Entrepreneur?



Pada dasarnya tidak sedikit orang yang ingin menjadi seorang entrepreneur. Mulai dari kalangan muda hingga lansia. Seperti yang kita ketahui, menjadi seorang entrepreneur memang cukup mengiurkan dikarekan kita tidak terkait dengan suatu perintah. akan tetapi menjadi seorang entrepreneur juga tidak semudah yang dibayangkan. Ada masanya jatuh serta bangun, dalam masa apapun yang akan dihadapi harus tetep bertahan dan pantang menyerah.

Saya merupakan salah satu mahasiswa dari Institut Stiami dalam tugas kuliah saya kali ini pada mata kuliah Entrepreneur untuk membahas tentang teori ciri atau karakteristik Entrepreneur dan bisakah saya menjadi seorang entrepreneur? 

berikut merupakan analisis kepribadian saya:

ESFP (Ekstrovert, Sensing, Feeling, Perception) ESFJ adalah pribadi yang terbuka, senang dalam berbagi, dan memiliki banyak teman.
ESFP adalah pribadi yang dominan Extraverted-Sensing atau berfokus pada pengalaman dan sensasi dunia fisik langsung. Ia membawa fakta dan detail yang relevan ke garis depan dan dapat mengarah pada tindakan spontan.

Steadiness
beberapa kepribadian Steadiness, yaitu pengakuan atas pengabdian dan tanggung jawab, patuh pada peraturan, pendengar yang baik, sabar dan berempati, sebagai penengah konflik, tenang, dapat diprediksi, memahami serta ramah.

Langsung aja kita ke ciri dan karakteristik seorang Entrepreneur.
1. Mempunyai niat yang kuat
pada umumnya, sebelum terjun kedunia wirausahawan seseorang entrepreneur ini harus memiliki niat yang kuat untuk melalui beberapa masalah baru yang akan muncul. dengan memiliki niat yang kuat ini seorang entrepreneur dapat tetap berdiri melalui apapun.

2. Mempunyai tekad

tekad merupakan salah satu karakteristik atau ciri yang cukup penting, dikarenakan jika tidak mempunyai tekat yang kuat bisa saja tergoyah atau down sehingga menyerah dalam mengatasi suatu masalah.

3. Kerja keras

kerja keras juga merupakan karakteristik seorang entrepreneur yang sejati. dapat kita lihat pada entrepreneur terkenal tidak sedikit berasal dari keluarga yang tidak kaya. berkat kerja kerasnya sehingga bisa menjadi seorang entrepreneur besar

4. Disiplin

ini juga termasuk karakteristik yang wajib dimiliki seorang entrepreneur. dengan karakteristik ini bisa menggambarkan seseorang profesional dalam bekerja.

5. Kreatif

kreatif merupakan ide baru atau pengembangan suatu ide yang dikeluarkan melalui suatu karya. dengan adanya kreatifitas seorang entrepreneur dapat menciptakan barang baru atau barang yang lebih modifikasi dari sebelumnya sehingga konsumen tidak bosan dengan produk yang ada dikarenakan terus berkembang.

6. Berani mengambil risiko

karakter ini juga diperlukan untuk seorang entrepreneur. karena didunia kewirausahaan kerapkali dituntut untuk menentukan suatu keputusan, dan ini biasanya menyangkut masa depan usaha yang dimiliki. Seorang pemilik usaha harus berani mengambil risiko dan kerugian yang dialami karena keputusan adalah hal yang biasa dalam bisnis.

menurut saya pribadi 2 hasil test kepribadian saya cukup kuat untuk dapat menjadi seorang entrepreneur karena pada dasarnya ekstrovert merupakan kepribadian mayoritas seorang entrepreneur. 



Rabu, 17 Maret 2021

Kewirausahaan Ditengah Pandemi


Pandemi Covid-19 telah menjadi pusat perhatian dan merupakan salah satu dampak signifikan untuk generasi pada masa kini. Tetapi, hal tersebut dijadikan salah satu tantangan peluang para oleh para wirausaha. 

Secara statistik, bahwa 69% wirausaha muda terkena dampak negarif akibat Covid-19 dan 31% lainnya harus memberhentikan bisnisnya. Akan tetapi, dibalik permasalahan tersebut para wirausahawan muda justru meningkatkan kreatifitas dan semangatnya dalam berbisnis, bedanya hanya melalu berbagai macam e-commerce.

Dan seperti yang kita ketahui, di masa pandemi ini mayoritas orang lebih boros dalam menggunakan uang dibandingkan dengan masa normal sebelumnya, semisal lebih banyak jajan diluar atau membeli membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan, karena timbulnya permasalahan baru ini, wirausaha muda memanfaatkan peluang yang ada dengan membuat celengan target.


Celengan target merupakan salah satu celengan yang memiliki patokan perharinya, biasanya dengan jumlah yang sama. Celengan ini juga mempermudah si penabung untuk lebih bisa memanajemen uang.
Contohnya seperti ini, pasti mayoritas dari kalian mengganggap kecil uang nominal 5000 rupiah. Tetapi, dengan celengan target ini kita bisa membuat uang yang dianggap memiliki nominal kecil itu menjadi jumlah target uang yang cukup besar. Misal, target yang kita mau sebesar 1 juta rupiah, dan kita masukkan uang 5000 rupiah perhari, itu membutuhkan waktu 200 hari untuk mencapai target tersebut.

wirausaha muda ini memiliki kreatifitas untuk mempermudah si penabung lagi. dengan menyediakan berbagai nominal kecil perharinya dengan berbagai target pencapaiannya. kemudian celengan target ini dibuat se estetika mungkin, agar terlihat berkesan dan tidak membosankan.

Dengan modal yang cukup kecil, hanya menggunakan kaleng celengan polos, serta di tempelkan stiker kolom target berbagai macam nominal. Kewirausahaan ini mendapatkan omset yang cukup besar untuk kalangan wirausaha muda, dengan laba bersih berkisar 15-30juta perbulan atau bahkan bisa kurang dari sebulan.


Apa itu Editorial Plan?

 Apa itu Editorial Plan? Editorial Plan merupakan suatu perencanaan yang mengatur setiap jadwal yang berhubungan dengan pembuatan konten.  T...